Install printer Canon Pixma IP1700 pada Ubuntu 7.10

Salah satu alasan banyak orang enggan beralih ke Linux adalah terbatasnya ketersediaan driver peripheral yang mereka perlukan, salah satunya adalah untuk pencetakan atau printer. Ubuntu sudah banyak digunakan oleh banyak kalangan dengan berbagai tingkat keperluan masing-masing. dukungan untuk driver printer sudah mulai banyak dan tutorialnya juga sudah ada dimana-mana (tinggal Seacrh pake Google aja). Ubuntu juga mensupport printer dari vendor-vendor terkenal seperti Canon,HP, maupun Epson. Meskipun begitu mereka masih belum mau membuat driver khusus untuk Linux. Karena hal yang demikian kita sebagai pengguna Linux juga harus sedikit kreatif untuk mengakalinya.

Berbekal ide dari temen sekantor supaya beberapa printer bisa berjajar dan dalam pengeprinant hanya dari satu komputer dan dapat diakses dari seluruh jaringan, maka akhirnya printer Canon Pixma IP1700 bisa digunakan lewat jaringan dan sekaligus Ubuntu yang ada bertindak sebagai print-server. HP Laserjet 1020, Epson LX 300+ dan yang terakhir Canon Pixma IP1700. Untuk HP saya pake driver fooz2j, untuk Epson saya menggunaka driver yang sudah ada, dan untuk IP1700 saya gunakan TurboPrint. Untuk turboprint meskipun cuma versi yang free tapi bisa juga digunakan. Memang kalo kita ngeprint lokal maka setiap hasil printnya akan selalu ada logonya turboprint. Entah ini bug’s atau memang sengaja dibuat, soalnya kalau kita ngeprintnya lewat jaringan atau tidak menggunakan secara langsung dari komputer yang kita install turboprint, hasilnya akan seperti biasa dan tidak ada lagi logo turboprintnya. Bagi saya ini yang saya inginkan, soalnya kebanyakan dari pemakaian printer dikantor kami adalah digunakan oleh komputer network yang kebanyakan adalah notebook.

Jadi dengan tidak melanggar hak-hak orang lain kita tetap bisa menggunakan printer canon Pixma IP1700 di Ubuntu kita. Selamat menikmati kebebasan dalam mengggunakan software dalam komputer kita. Silahkan mencoba

User dalam Linux

Sudah menjadi tradisi didalam keluarga Unix dan turunanya, bahwa segala sesuatu didalamnya haruslah sesuai dengan kepemilikan masing-masing. Apa maksud ataupun arti dari pernyataan tersebut, bahwasanya autentifikasi didalam sistem adalah berdasarkan hak dari masing-masing user. Misalnya user A hanya bisa mengisi folder yang diperuntukkan hanya untuk user A, user B tidak akan bisa mengakses ataupun menulisinya, dan itupun berlaku sebaliknya. Jadi kita bisa menseting setiap user dengan keperluannya user tersebut saja. Dan dalam waktu yang bersamaan user-user tersebut dapat login kedalam sistem kita, hal seperti ini disebut dengan multiuser.

Selain dari autentifikasi per user ada juga yang dimaksud user group. Masing-masing user bisa digrupkan dalam menjalankan sebuah servise ataupun dalam pengaksesan manajemen file dalam sebuah sistem. Contohnya user A dan user B digrubkan kedalam Akunt dan user C dan D digrupkan kedalam grup Samba. Maka hanya user C dan D saja yang bisa mengakses servis samba dan tidak bisa mengakses data punya Akunt, dan begitu sebaliknya. Karena begitu rapi dan securenya sistem linux, maka tak heran kalo linux memang pilihan cocok untuk dibuat sebagai sistem operasi server.

Bila Linux dijadikan server maka clientnya juga bisa linux dan juga bisa windows. Supaya user windows bisa mengakses data dari sistem linux maka diberikanlah servis samba yang hanya bisa diakses oleh user yang telah didaftarkan sebagai user samba. Jadi dengan begitu janganlah ragu untuk memakai linux sebagai server windows anda.